Tampilkan postingan dengan label Opini / Kritik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini / Kritik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 November 2008

Fight Terrorism !! Eksekusi amrozi cs !!


Mulai 2 minggu lalu, wacana mengenai eksekusi pelaku bom bali I, amrozi cs (gag pantes nulis pake huruf besar, coz mereka gag pantas disebut manusia!!). Tiap hari, katanya di TV, di koran2, bahwa mereka bakal segera dieksekusi. Tapi sampe sekarang, they're still alive !! Memangnya mereka itu kurang terbukti bersalah apa lagi, sudah 6 tahun setelah divonis, masa' belum dieksekusi juga. Apa susahnya.. kan tinggal dor! Mati deh! Itu aja sudah kebagusan... Mereka gag perlu merasakan penderitaan para keluarga korban yang dibom, masih bisa senyum2 masuk TV.. Sebel banget kalo lihat senyumnya !!

Trus yang gag kalah bikin heran, koq bisa-bisanya ada yang membela mereka. Pake repot-repot pengacara mengajukan banding, PK, dll.. Huff... jelas-jelas salah masih punya muka buat ajuin PK. SWT !! Trus pake ada FPI, TPM, dll yang membela mereka. Haizz.. Koq bisa-bisanya gag bisa membedakan mana yang salah mana yang benar... Sudah membunuh ratusan orang, masih aja dibela.. Orang yang aneh.. Moga-moga amrozi, cs dieksekusi mati nanti malam !!

Pernikahan Dini Syeh Puji - Ulfah & UU Pornografi

Akhir- akhir ini, banyak banget berita di TV yang membahas masalah pernikahan Syeh Puji dengan seorang anak di bawah umur bernama Lutviana Ulfah. Gw pribadi berpendapat, sah-sah saja pihak berwenang menyelidiki pernikahan tersebut karena ada kemungkinan pemaksaan yang dilakukan oleh orang tua Ulfah agar dia menikah dengan orang kaya tersebut. Tapi kan sudah jelas bahwa Ulfah merasa baik-baik saja dan malah bahagia. Lha koq, malah masyarakat dan berbagai LSM beramai-ramai menggugat Syeh Puji. Kan aneh.. Personally, menurut gw ya itu urusan internal mereka ngapain masyarakat pada ikut campur. Gini nih, sifat orang Indonesia mau ikut campur melulu... Ngurusin masalah yang bukan urusan mereka. Cape deh!

Oh ya, gitu juga dengan masalah UU Pornografi. Koq bisa-bisa nya negara ikut mengatur moral masyarakat. Masalah moral itu kan subjektif banget, itu masalah pribadi masing-masing individu. So, gag seharusnya negara ikut campur masalah tersebut. Lalu, banyak hal yang perlu dikaji ulang dalam UU ini, terutama masalah definisi pornografi dan ikut campurnya masyarakat dalam mencegah atau mengadili tindak pornografi. Masalah definisi pornografi masih terlalu ambigu. Lha kalau di Alkitab ada bagian - bagian (maaf) yang secara gag sengaja menimbulkan nafsu buat gw... Kan tuh Alkitab bisa dilarang donk. SWT !! Yi erl san... Kan gag mungkin ngelarang alkitab, itu kan melanggar HAM. Nah loh.. bingung kan.. Makanya, negara tuh jangan ngurusi hal-hal kayak begini. Mending urus masalah-masalah yang lebih penting, kayak kemiskinan, kelaparan, dan masih banyak hal-hal lain yang lebih penting dari ikut campur masalah pribadi warga negaranya.

Rabu, 24 September 2008

Ijazah Instan


Sudah satu minggu ini, Jawa Pos memuat berita Metropolis Story mengenai Beli Ijazah di Perguruan Tinggi (khususnya S1) alias ijazah instan. Awalnnya sih cuma sekadar tertarik sama berita ini, karena gosip mengenai beli ijazah sudah lama banget terdengar tapi belum ada yang berani mengungkanya secara terang-terangan. Mula-mula sih Jawa Pos gag mau mempublikasikan universitas mana yang mengeluarkan ijazah instan tersebut. Namun besoknya tim Jawa Pos terang-terangan memuat nama universitas kurang ajar tersebut (salut deh..), yaitu Universitas Teknologi Surabaya. Selain itu, juga disebutkan bahwa masih ada lagi satu universitas swasta di Surabaya Selatan (gag disebutin namanya).

Berbagai komentar pembaca pun datang menanggapi berita pembelian instan tersebut. Banyak yang kaget, menghujat, bahkan ada yang memberi informasi mengenai kasus serupa di wilayahnya. Aku pribadi kaget banget, bukan karena mendengar tentang membeli ijazah palsu tersebut. Tapi karena harganya yang murah.. Mulai dari 8 juta doank! Emang kedengaran agak mahal, tapi duit segitu cuma cukup buat uang kuliah ku selama 1 semester (tanpa embel-embel uang jajan, tranport, dll) di salah satu PTS di Surabaya. SWT!! Uang kuliah 1 smt bisa buat ganti'in ijazah yang seharusnya hanya dapat diperoleh jika kuliah minimal 7 smt !! Haizz -.-! Tapi amit-amit gag mau lha yo beli ijazah.. Gw masih PD koq dengan kemampuan sendiri dan penyertaan Jesus Christ, pasti bisa lulus Cumlaude !! Ce'ile.. Amin..

Yang bikin gerah nih hati yaitu adanya ijazah instan udah mencoreng kredibilitas dari semua PTS. Seakan-akan semua PTS tuh bisa seenaknya ada jual-beli ijazah instan. Terus ada juga tuh comment dari salah seorang pembaca yang menjelek-jelekkan PTS dan mengagung-agungkan PTN. Pake ngomong kualitas PTN lebih baik lah... Di PTN belajar mati2an lah.. Lebai banget lah!! Sok tau banget tentang kualitas PTS. Kan banyak juga PTS yang gag kalah bagus dari PTN.

Gw sendiri milih PTS ketimbang PTN dengan berbagai alasan:
  1. Lingkungan PTS gag diskriminasi.. Gw sendiri sebagai Chinese sadar bahwa gw emang minoritas. Di PTN banyak yang mendiskriminasi Chinese. Misalnya, hingga saat ini di FK Unair hanya boleh menerima maks. 10 Chinese / tahun ajaran.. Ini masih mending, dulu malah cuma boleh 1 orang.. ckckck.. Dan tentunya agar di PTN gw gag merasa kaya' alien, coz perbandingan pribumi dengan chinese nya jauh... banget
  2. Cara pengajaran di PTS lebih comfortable. Di PTS dosen mengajar dengan "sepenuh hati" (walaupun gag semuanya), mereka menerangkan materi dengan jelas. Gag kaya' di PTN yang dosen2nya ngajar seenaknya, cuma suruh mahasiswa baca sendiri buku2 tebal, cuma makan gaji buta.
  3. etc...
Oh ya, ijazah instan tuh gag cuma swasta yang bisa dibeli. Ijazah PTN pun bisa koq dibeli. Tinggal tunjuk, mau PTN mana, pasti bisa dibuat'in. Apa sih yang gag bisa dibeli di negeri ini ?!! Tapi ya gitu, harganya pun selangit. Ijazah FK Unair harganya bisa 1 Miliar rupiah!! Ya iya lah.. secara masuk kuliah regulernya aja udah ratusan juta..


Jumat, 18 Juli 2008

GISEL, The Next INDONESIAN IDOL !!!



Yeepee !!! As all people has predicted, Gisel masuk grand final Indonesian Idol. Walaupun pada awalnya ia banyak dicerca semua orang coz' dianggap hanya mengandalkan tampang, tapi lambat laun everybody loves her. Yang tak disangka-sangka ialah lawan / pasangan Gisel di grand final ialah Aris. Semula banyak orang memprediksi yang bakal menghadapi Gisel di grand final adalah Aji.

Cewek bernama lengkap Gisella Anastasia ini, emang layak banget jadi The Next Indonesian Idol. Personally, these are some reasons why she deserve to be the Next Indonesian Idol:
  • First, the winner of Indonesian Idol will go to Asian Idol. Kamu-kamu ga mau dong... Our beloved country ini diwakili oleh seorang yang ga banget... Pengalaman membuktikan di Asian Idol, suara bukanlah satu2nya faktor penentu kemenangan, tapi face atau good looking itu sangat menentukan. And of course, everybody knows that Gisel is a complete package of singer. She is good looking and have good voice.
  • Second, she is so cute and beautiful. Buktinya, langsung banyak yang sirik ama dia. Ada yang bilang cuma ngandal'in kecantikan lah (nah loh..), trus juga ada yang bilang cuma ngandalain kekayaan lah (in fact, dia itu bukan orang super kaya), dan banyak komentar-komentar lain yang sirik ama dia.
  • Third, her voice is good. Gw udah pernah denger dia nyanyi secara langsung sebelum dia ngetop. Secara gw satu sekolah ama dia (tapi bukan berarti gw subjektif amat loh), dan dia sering banget nyanyi di central sekolah.
  • Maybe the last one, becoz' dia itu orang Suroboyo gt loh !!! Jadi gw wajib ngedukung dia... Huahuahua..
Come on Indonesia, dukung Gisel !!! Coz she is the best U can get now !

Catatan Seorang Anak Bangsa

Suatu malam saya chatting dengan seorang teman dari negeri tetangga, Singapura. Setelah berceloteh panjang lebar, entah bagaimana ia mulai bercerita mengenai kebijakan dan kelebihan negara kota tersebut. Lalu ia pun bertanya pada saya mengenai Indonesia. Saya pun bingung. Bingung akan apa yang bisa saya banggakan dari negara nan luas ini...

Perasaan malu berkecamuk di dalam hati ini. Menundukkan kepala lebih sering daripada mendongakkan kepala. Itulah potret anak bangsa di hadapan dunia. Jangankan malu di hadapan dunia, terkadang kita pun dibuat malu di hadapan negara-negara tetangga kita di Asia Tenggara. Tapi, itulah mengapa dan yang seharusnya menjadi cambuk bagi kita untuk membangun bangsa menjadi lebih baik di kemudian hari.

Marah, sedih, dan gelisah. Itulah perasaan anak bangsa melihat kondisi bangsa yang porak-poranda ini. Dijerat oleh krisis minyak, ditunggangi oleh para koruptor, dan dihancurkan oleh narkoba. Belum lagi, prestasi yang kian memudar dari wajah bangsa ini.

Tahun 2008, dibuka dengan penuh harapan oleh seluruh masyarakat. Pemerintah mencanangkan tahun ini sebagai 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional. Semua masyarakat pun berharap berkah dari kebaikan hati para pemimpin yang akan berlaga di pesta rakyat tahun 2009. Namun, semuanya berubah menjadi derita tatkala harga minyak melambung tinggi. Pemerintah pun dengan berat hati menaikkan harga BBM. Akibatnya, di mana-mana terjadi demonstrasi. Bahkan sebagian di antara demonstrasi tersebut bersifat anarkis. Ironisnya, sebagian besar pelaku anarkis tersebut ialah kaum mahasiswa. Kaum yang mengaku sebagai generasi cerdas dan merupakan calon pemimpin bangsa di kemudian hari. Akan jadi apakah bangsa ini di kemudian hari ?

Kenaikan harga minyak mentah memukul semua sektor. Ironisnya yang terkena imbas ialah sector pendidikan. Sektor yang merupakan dasar fundamental suatu bangsa di kemudian hari. Anggaran pendidikan pada APBNP 2008 menurun dari 18,9% menjadi 15,6%. Pendidikan dikalahkan oleh minyak. Bangsa yang belum pintar ini, bukannya dibuat pintar, namun malah dimanja oleh subsidi minyak. Sekali lagi, akan jadi apakah bangsa ini di kemudian hari ?

Tahun ini pula, ramai-ramai para pejabat menjadi “selebritis” di media massa. Bukan karena prestasi, melainkan karena korupsi. Pejabat yang terkena pun merata, mulai dari yudikatif, eksekutif, hingga legislatif. Sebuah cermin dari bangsa yang hancur. Sekali lagi, akan jadi apakah bangsa ini di kemudian hari ?

Jawabannya ada pada kita, generasi 2000. Generasi yang saat ini masih sibuk menimba ilmu. Di kemudian hari kitalah yang akan menentukan arah perjalanan bangsa ini. Maju, diam di tempat, atau mundur. Semuanya tergantung sejauh mana kita berani untuk mengambil tanggung jawab dan berperan dalam bidang kita masing-masing secara profesional demi bangsa kita tercinta, Indonesia. Mari, kita semua BANGKIT, BERSATU, dan BERANI BERBUAT untuk bangsa ini !

Rabu, 16 Juli 2008

Anggaran Pendidikan Vs Minyak



Tadi siang gw baca berita yang ngagetin gw. Anggaran pendidikan di negara kita pada APBNP 2008 hanya 15,6 %. Walaupun secara fisik atau dari segi jumlah anggaran pendidikan naik dari 142,2 menjadi 154,2 trilliun, tapi dari segi persentase menurun dari 18,9 % menjadi 15,6 %. Seingat gw, presiden dan wakil presiden pernah 'berkoar-koar' saat pemilu sebelumnya bahwa anggaran pendidikan secara bertahap akan menjadi 20% dari APBN. Eh.. koq sekarang malah turun. Ck..ck..ck.. Janji tinggal janji.

Hal kedua yang bikin gw kaget dari berita ini ialah alasan mengapa persentase anggaran pendidikan diturunkan. Alasannya ialah harga minyak dunia yang terus melonjak. Please deh, secara dari SD udah diajarkan bahwa minyak mentah itu SDA yang not-renewable, jadi pasti bisa diperkirakan dari dulu bahwa harga minyak akan naik, apalagi demand juga makin meningkat dari waktu ke waktu seiring pertumbuhan penduduk dunia. Weleh..weleh.. gini nih.. para orang-orang "penting" yang ngaku pintar tapi ga bisa berpikir panjang. Gitu koq anggaran pendidikan mau dipotong lagi, apa masyarakat nya yang belum pintar mau dibikin tambah ga pintar ???

Masak' pendidikan dikalahkan oleh minyak / bensin ??? Cape deh !

Selasa, 15 Juli 2008

Krisis Listrik (lagi) ...

Akhir-akhir ini Indonesia dihantui masalah krisis listrik. Di berita-berita TV, kayak Liputan 6, tiap hari nyiarin berita mengenai pemadaman listrik bergilir di Jakarta. Pemadaman bergilir, bukan hanya terjadi di Jakarta, tapi juga di hampir semua kota di Indonesia, termasuk kota gw Surabaya & Sidoarjo. Menurut berita, hal ini disebabkan kerusakan salah satu PLTU gt.. ga tau deh PLTU yang mana, lupa (huehuehue..). Yang gw heran, gampang banget ya mengganggu pasokan listrik di negara kita ini. Cukup dengan 'hanya' merusak satu PLTU , kacau deh! Jadi ceritanya, supply listrik kita tuh pas-pas an banget.

Yang terkena imbas dari krisis listrik ini, tidak hanya kalangan masyarakat umum, tapi juga para pengusaha. Mereka dipaksa mengganti schedule jam kerja mereka, yaitu diharuskan berpindah ke hari Sabtu-Minggu karena pada hari-hari tersebut demand listrik menurun. Pengusaha pun dirugikan, karena akhirnya harus memberi upah insentif / tambahan kepada para pekerja agar mau bekerja di hari Sabtu-Minggu.
Ketua Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia), Alim Markus pun berang, pasalnya sebelumnya sudah diteken perjanjian antara PLN dan para pengusaha bahwa PLN mampu menyediakan pasokan listrik bagi industri. Weleh..weleh..

Menurut gw pribadi, kenapa sih pemerintah ga membuka kesempatan kepada para pemain luar / swasta untuk menyediakan pasokan listrik yang selama ini dimonopoli oleh PLN ? Kan sudah jelas-jelas pemerintah dan PLN ngggak mampu menyediakan pasokan listrik bagi masyarakat luas. Contoh aja, industri telekomunikasi yang saat ini penuh dengan pemain swasta, kan konsumen juga untung... Daripada PLN rugi terus, konsumen ngomel terus..