Akhir-akhir ini Indonesia dihantui masalah krisis listrik. Di berita-berita TV, kayak Liputan 6, tiap hari nyiarin berita mengenai pemadaman listrik bergilir di Jakarta. Pemadaman bergilir, bukan hanya terjadi di Jakarta, tapi juga di hampir semua kota di Indonesia, termasuk kota gw Surabaya & Sidoarjo. Menurut berita, hal ini disebabkan kerusakan salah satu PLTU gt.. ga tau deh PLTU yang mana, lupa (huehuehue..). Yang gw heran, gampang banget ya mengganggu pasokan listrik di negara kita ini. Cukup dengan 'hanya' merusak satu PLTU , kacau deh! Jadi ceritanya, supply listrik kita tuh pas-pas an banget.Yang terkena imbas dari krisis listrik ini, tidak hanya kalangan masyarakat umum, tapi juga para pengusaha. Mereka dipaksa mengganti schedule jam kerja mereka, yaitu diharuskan berpindah ke hari Sabtu-Minggu karena pada hari-hari tersebut demand listrik menurun. Pengusaha pun dirugikan, karena akhirnya harus memberi upah insentif / tambahan kepada para pekerja agar mau bekerja di hari Sabtu-Minggu. Ketua Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia), Alim Markus pun berang, pasalnya sebelumnya sudah diteken perjanjian antara PLN dan para pengusaha bahwa PLN mampu menyediakan pasokan listrik bagi industri. Weleh..weleh..
Menurut gw pribadi, kenapa sih pemerintah ga membuka kesempatan kepada para pemain luar / swasta untuk menyediakan pasokan listrik yang selama ini dimonopoli oleh PLN ? Kan sudah jelas-jelas pemerintah dan PLN ngggak mampu menyediakan pasokan listrik bagi masyarakat luas. Contoh aja, industri telekomunikasi yang saat ini penuh dengan pemain swasta, kan konsumen juga untung... Daripada PLN rugi terus, konsumen ngomel terus..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar